Implementasi Bhinneka Tunggal Ika dalam Tata Kelola Pemerintahan Kota Serang : Studi tentang Integrasi Politik di Tengah Dinamika Keberagaman dan Disrupsi Digital
DOI:
https://doi.org/10.53611/ndtcf047Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Bhinneka Tunggal Ika dalam tata kelola Pemerintahan Kota Serang sebagai prinsip operasional governance yang menopang integrasi politik di tengah dinamika keberagaman sosial dan disrupsi digital. Menggunakan desain studi kasus kualitatif berbasis data sekunder, penelitian menelaah dokumen kebijakan dan perencanaan daerah (RPJMD/RKPD/Renja OPD, Perda/Perwal, siaran pers), publikasi statistik, pemberitaan media, serta jejak komunikasi publik pemerintah melalui kanal resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Bhinneka Tunggal Ika paling menonjol pada empat ranah: institusionalisasi nilai inklusi dalam agenda pembangunan, desain layanan publik dan akuntabilitas layanan, pengelolaan ruang publik dan narasi simbolik kota, serta penyediaan saluran partisipasi warga. Keempat ranah tersebut membentuk integrasi politik melalui mekanisme kepercayaan (trust), keadilan prosedural-distributif (fairness), kolaborasi lintas aktor, dan pengelolaan konflik. Namun, disrupsi digital memoderasi efektivitas mekanisme tersebut: integrasi menguat ketika pemerintah memiliki kapasitas information governance (klarifikasi cepat, konsistensi pesan, dan transparansi data), tetapi melemah ketika respons lambat dan pesan terfragmentasi sehingga rumor serta framing identitas lebih dominan. Penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola inklusif, partisipasi substantif, manajemen komunikasi krisis “satu pintu”, dan strategi ketahanan digital berbasis kolaborasi komunitas.
References
Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2017). Potensi penggunaan suku, agama, ras, dan antargolongan dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018: Identifikasi aktor politik SARA (Laporan penelitian) [PDF].
Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2018, January 14). Potensi penggunaan suku, agama, ras, dan antar golongan dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018 (Halaman publikasi).
Badan Pusat Statistik Kota Serang. (2023). Kota Serang dalam angka 2023 (No. Publikasi 36730.2304; Katalog 1102001.3673) [Publikasi statistik].
Centre for Strategic and International Studies. (2018, July). Politik identitas dan akar konflik dalam pilkada serentak: Potensi dan mitigasi konflik [Working paper].
Hendytio, M. K., Fernandes, A., Perkasa, V. D., Okthariza, N., & Satria, A. (2018, July). Politik identitas dan akar konflik dalam pilkada serentak: Potensi dan mitigasi konflik [Working paper PDF].
Pemerintah Kota Serang. (2026). Vihara Avalokitesvara, simbol keberagaman dan warisan sejarah Kota Serang.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota Serang. (n.d.). Vihara Avalokitesvara yang tertua di Banten. Diakses 6 Maret 2026.
Sarjito, A. (2024). Hoaks, disinformasi, dan ketahanan nasional: Ancaman teknologi informasi dalam masyarakat digital Indonesia. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 175–186.
Ardiyanto, E., Isma, I., Anugrah, I. P., & Mariyana, D. (2025). Evaluasi terhadap disinformasi dan propaganda dalam dinamika Pemilu 2024 [Buku elektronik]. Badan Pengawas Pemilihan Umum.