Analisis Permasalahan dan Kinerja Lembaga Keuangan Mikro di Kabupaten Bone Berdasarkan Data Sekunder Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik

Authors

  • Widya Napiah IAIN BONE Author

DOI:

https://doi.org/10.53611/1v9qh469

Keywords:

Lembaga Keuangan Mikro Inklusi Keuangan; Literasi Keuangan; Pembangunan Ekonomi Lokal; Tata Kelola

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berpendapatan rendah di daerah pedesaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja serta permasalahan yang dihadapi LKM di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berdasarkan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi terhadap publikasi resmi yang berkaitan dengan penyaluran pembiayaan mikro, indikator ekonomi, dan tingkat kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penyaluran pembiayaan UMKM di Kabupaten Bone mencapai Rp 3,54 triliun, LKM masih menghadapi hambatan struktural berupa lemahnya tata kelola, minimnya digitalisasi, serta rendahnya literasi keuangan masyarakat pedesaan. Kondisi tersebut berdampak pada kinerja keuangan yang fluktuatif dan keterbatasan jangkauan terhadap kelompok rentan. Rekomendasi kebijakan berfokus pada penguatan kapasitas manajerial, peningkatan program literasi keuangan, serta dukungan regulasi dan teknologi guna memperkuat keberlanjutan LKM dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi lokal di Kabupaten Bone.

 

Downloads

Published

2025-10-29

Issue

Section

Articles