Kelembagaan Ekonomi Desa dan Skala Transformasi Lokal: Studi Komparatif Penguatan BUM Desa di Bojonegoro dan Ekosistem Smart Kampung Banyuwangi
Keywords:
ekonomi desa, BUM Desa, pembangunan lokal, kinerja kelembagaan, tata kelola perdesaanAbstract
Artikel ini membandingkan dua jalur tata kelola dalam penguatan ekonomi desa di Indonesia: penguatan kelembagaan BUM Desa di Bojonegoro dan ekosistem Smart Kampung di Banyuwangi. Alih-alih memperlakukan institusi ekonomi desa sebagai entitas yang berdiri sendiri, artikel ini berargumen bahwa efektivitasnya sangat bergantung pada ekosistem tata kelola yang mengitarinya. Dengan menggunakan analisis kualitatif komparatif berbasis statistik resmi ekonomi desa, dataset kementerian, dan dokumen kebijakan kabupaten periode 2024–2026, studi ini menunjukkan bahwa Bojonegoro menekankan penguatan organisasi BUM Desa melalui pelaporan digital, pendampingan, dan model bisnis yang dikaitkan dengan ketahanan pangan, sementara Banyuwangi menanamkan aktivitas ekonomi desa ke dalam arsitektur layanan dan pemberdayaan berbasis Smart Kampung. Secara nasional, Kemendesa melaporkan lebih dari 73 ribu BUM Desa dan BUM Desa Bersama, tetapi performanya sangat beragam. Temuan menunjukkan bahwa institusi ekonomi desa menghasilkan dampak pembangunan lokal yang lebih kuat ketika terhubung dengan akses pasar, administrasi digital, dan koordinasi tingkat kabupaten.