Welfare Governance Berbasis Data dan Penurunan Kerentanan Keluarga: Perbandingan Jawa Barat dan Jawa Timur dalam Integrasi Stunting, Kemiskinan, dan Registri Sosial
Keywords:
Tata Kelola Kesejahteraan, Registri Sosial, Stunting, KemiskinanAbstract
Artikel ini menyelidiki bagaimana tata kelola kesejahteraan berbasis data membentuk kapasitas daerah dalam menangani kemiskinan dan stunting anak melalui perbandingan Jawa Barat dan Jawa Timur. Kedua provinsi memiliki jumlah penduduk miskin yang besar dan menjadi wilayah strategis dalam agenda kesejahteraan Indonesia, tetapi keduanya berbeda dalam integrasi kelembagaan dan penekanan kebijakan. Dengan menggunakan analisis kualitatif komparatif atas statistik resmi kemiskinan, data prevalensi stunting, serta dokumen pemerintah tentang Regsosek dan DTSEN periode 2024–2026, artikel ini berargumen bahwa outcome kesejahteraan lebih ditentukan oleh integrasi data dan kualitas koordinasi daripada banyaknya program. Jawa Barat memperlihatkan komunikasi kebijakan yang lebih kuat dalam mengaitkan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pencegahan stunting, sedangkan Jawa Timur menunjukkan performa stunting yang relatif lebih baik namun masih menanggung beban kemiskinan yang besar. Studi ini menemukan bahwa transisi dari registri terfragmentasi menuju basis data sosial-ekonomi terintegrasi berpotensi mengurangi exclusion dan overlap, tetapi hanya efektif jika pemerintah daerah memiliki kapasitas organisasi untuk menggunakannya dalam perencanaan, penganggaran, dan penargetan.